jump to navigation

Harga Kertas Naik!!! Apa yang Harus Penulis Lakukan? April 15, 2008

Posted by lensamata in Hanya Ide Kecil.
trackback

Harga kertas naik gila-gilaan nih. Menurut situs www.pena.co.id, mulai tanggal 1 April 2008, harga kertas mengalami kenaikan hingga 800 dollar AS per ton. Itu artinya, naik 18,5% dibanding harga semula yang dipatok pada bulan Januari 2008, yaitu sebesar 675 dollar AS.

Kalau harga kertas sudah naik, penerbit pasti lebih selektif pilih naskah khan? Artinya, penerbit pasti cuma mau nerbitin buku yang bestseller atau memiliki value lain. Nah repotnya, kalau kita bukan golongan pencipta buku bestseller, apa yang harus kita lakukan? Jangan bebani penerbit lagi dengan tindakan-tindakan yang biasa-biasa saja deh. Kasihan, mereka kan harus promosi dan gontok-gontokan juga di toko buku.

Lantas? Kalau sudah begini, sebagai penulis, Anda semua harus melakukan tindakan yang di luar kebiasaan. Apa saja itu? Berikut saran dari saya:

  1. Bikin bukunya tipis saja. Kalau bukunya tipis, biaya produksinya pasti murah. Kalau biaya produksi murah, harga jualnya pasti juga murah. Pembeli senang. Kalau perlu, supaya lebih tipis, gunakan bahasa SMS. Misalnya seperti ini, “mnurut analsa sy,eknomi th’09 bakl suram.suer.bls.thx.” Anda tahu khan maksud saya?
  2. Jangan banyak memasukkan gambar atau foto di dalam buku. Kalau Anda penulis buku teknik atau TI, pasti akan sangat sering memasang foto atau gambar, bukan? Nah, gambar atau foto akan memakan space halaman yang artinya, semakin banyak gambar/foto = semakin tebal bukunya. Alternatifnya, foto atau gambar itu Anda upload di website saja. Nanti di buku ditulis, “lihat gambar 1 di www.flickr.com/fjdshtkewhtuewhrweurhwier untuk referensinya”.
  3. Tidak perlu nulis kata pengantar. Bagian kata pengantar biasanya jarang atau malah tidak pernah dibaca oleh pembeli buku. Apalagi kalau Anda nggak ngetop babar blas….Jadi, daripada membuang berkilo-kilo kertas untuk kata pengantar, mending bagian ini dibuang saja.
  4.  Tidak perlu bertele-tele. Pembahasan yang bertele-tele akan memakan banyak sekali halaman. Jadi tulis saja yang singkat kemudian ketik seperti ini, “Apakah Anda sudah tahu maksud saya? Kalau belum, coba tanyakan ke orang lain yang lebih tahu. Kalau sudah, Anda tidak perlu membaca bab berikutnya karena buku ini cuma 1 bab saja”.

 

Yang penting, save our planet with “tipis” book. Semakin tipis, pasti semakin oke. Kalau bukunya tipis, khan bisa dimasukkan ke saku. Siapa tahu, si pembaca akan membacanya di kereta api atau mall. Khan, buku Anda jadi tambah ngetop, bukan?

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: