jump to navigation

Intepretation of Murder April 10, 2007

Posted by lensamata in sinopsis buku.
trackback

Judul : The Interpretation of Murder
Sub Jdl : Sigmund Freud dan Shakespear di Balik Pembunuhan Misterius

http://www.ufukpress.com/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=32

Pengarang : Jed Rubenfeld
Ukuran : 12.5 x 19 cm
Format/Hal : SC/613 hal
Harga : Rp. 55.000,-

– International Bestseller
– Nominee of Richard&Judy Book Club 2007

Pada 1909, seorang jenius besar, Sigmund Freud—yang pemikirannya tentang tingkah laku manusia, seks dan psikologi, telah menyulut perdebatan sengit di seluruh dunia—berkunjung ke New York, Amerika, untuk menerima penghargaan gelar kehormatan. Bersama Freud, datang juga murid sekaligus saingannya, Carl Jung.

Pada hari yang sama, di dalam sebuah penthouse mewah, seorang perempuan cantik hampir bugil, ditemukan terbunuh—dicambuki, disayat-sayat dan lehernya dijerat dengan dasi sutra. Seorang gadis bernama Nora Acton, nyaris menjadi korban kedua pembunuh itu. Saking traumanya, Nora tak dapat mengingat serangan yang menimpanya dan siapa yang menyerangnya. Karena diminta untuk memecahkan kasus ini, Dr. Stratham Younger—seorang dokter Amerika dan pendukung fanatik Freud—memohon bantuan Freud untuk dapat menguak siapa sebenarnya pembunuh itu dengan memulihkan ingatan Nora, gadis yang ternyata masa lalu keluarganya serumit masa lalu Younger.

Perburuan pembunuh misterius ini berlangsung di seluruh kota New York, dari ruang dansa yang anggun, Waldrof-Astoria, ke ruang-ruang pertemuan mewah Gramercy Park, melalui lorong-lorong rahasia, ke Chinatown, hingga ke gedung-gedung pencakar langit di Manhattan. Sementara perburuan terus berlangsung, Younger terseret-seret krisis lainnya: ia mengetahui ada serangkaian kejadian aneh yang ditengarai dimaksudkan untuk menjatuhkan nama baik Freud…

“Kisah yang berplot pelik, hiburan berkelas yang penuh dengan kejutan menyenangkan dan gagasan memukau. “
—Booksense

“Thriller yang mangasyikkan…menawan kita sejak awal dengan plot menegangkan, tokoh yang menggoda, dan gagasan yang memukau.”
—Matthew Pearl, Penulis The Dante Club

“Rubenfeld berhasil menggabungkan banyak elemen—Freud, Jung, erotisme, Shakespeare, pembunuhan, misteri, kegilaan, dan tokoh-tokoh yang sangat memukau—menjadi bacaan yang mengasyikkan.”
—Book Reporter

“Diangkat dari kasus sejarah Freud dan Hamlet karya Shakespeare, novel ini merupakan debut dari seorang penulis cerita yang sangat cerdas dan menawan hati.”
—The New York Times Book Reviewer

“Pemunculan tokoh yang tersusun dengan rapi dan mengejutkan. Sangat tepat untuk dibuatkan film.”
—Powell Book

“Ditulis dengan apik, The Interpretation of Murder adalah kisah baru yang brilian dan sangat menghibur.”
—Book Browse

“Padat, provokatif, dan mengesankan…”
—Kirkus Reviews

Pada 1909, ketika dunia mulai bergerak menjadi modern, seorang jenius besar melakukan kunjungan sekali seumur hidupnya ke daratan Amerika. Ia diundang Clark University di New York untuk menerima penghargaan gelar kehormatan.

Apa yang terjadi saat kunjungannya amat sedikit sekali diketahui. Tetapi setelah ia meninggalkan benua itu, Freud menolak untuk kembali lagi ke Amerika selamanya. Sepanjang sisa hidupnya, ia terus menganggap orang Amerika sebagai orang ‘biadab’. Sejak saat itu, banyak orang bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi pada dirinya pada awal perubahan abad di Manhattan itu…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: