jump to navigation

Wawancara dengan Sdri. Irine Ramon, Penulis Novel “Little Secrets” April 11, 2007

Posted by lensamata in sinopsis buku.
trackback

Judul Buku: “Little Secrets”

Penulis : Irine Ramon & Jubilee Enterprise

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun : 2007

——————————

Awal bulan Maret 2007, Jubilee Enterprise bekerja sama dengan PT Elex Media Komputindo telah merilis novel terbaru yang ditulis oleh Sdri. Irine Ramon. Novel ini kiranya bisa menjadi semacam “pencerahan” di dunia novel itu sendiri. Mengapa? Karena di balik tema-tema yang sangat umum saat ini, novel berjudul “Little Secrets” ini berani masuk ke tema yang sangat tidak lazim untuk ukuran sekarang, yaitu tema tentang transeksual. Beberapa waktu, Jubilee Enterprise melakukan wawancara secara tertulis dengan Sdri. Irine Ramon. Berikut petikan wawancara yang menggambarkan secara global novel “Little Secrets” dan peristiwa behind the scene yang mengawali pembuatan novel tersebut.

1. Apa yang membedakan novel “Little Secrets” dengan novel-novel sejenis yang sudah ada sebelumnya?

Novel saya menyinggung sedikit soal transgender atau transseksual, memang tidak dibahas terlalu mendalam tapi mengangkat sedikit soal fenomena yang belum terlalu banyak dibahas di novel-novel chicklit.

2. Mengapa tema tentang transeksual lebih menarik perhatian Anda?

Nggak ada alasan khusus sebetulnya tapi saya tertarik karena untuk orang-orang transgender atau transeksual ini, mereka merasa pada awalnya seperti lahir di tubuh yang salah dan sering bertanya-tanya siapa sebenarnya mereka ini. I think many people will relate to this question, pertanyaan ini kan soal pencarian jati diri, yang sering juga ditanyakan oleh banyak orang lainnya, bukan hanya orang-orang transgender saja.

3. Bagaimana cara Anda riset tentang kehidupan orang yang hidup dalam fenomena transeksual ini?Apakah ada pengalaman pribadi, teman, atau keluarga yang menjadi rujukan?

Khusus untuk transseksualnya sendiri, selain lewat pengalaman orang-orang terdekat, saya juga sering baca bacaan yang membahas soal ini, browsing di internet sampai lewat tv. Untuk beberapa kejadian, ada juga yang saya ambil dari pengalaman saya sendiri.

4. Menurut Anda, mengapa seseorang-seperti pacar Ibu Mody-bisa mengalami masalah transeksual dan memutuskan untuk berganti kelamin? Apakah faktor biologis atau psikologis?

Soal sebabnya ini bahkan sampai sekarang masih diperdebatkan dan masih sulit untuk diketahui tapi yang jelas situasi ini ada dan terjadi di masyarakat manapun, termasuk di Indonesia. Yang saya tahu, tidak banyak yang kemudian benar-benar memutuskan untuk berganti kelamin karena berbagai alasan. Kadang-kadang banyak orang yang terlalu fokus mencari apa sebabnya tapi menurut saya yang paling penting adalah mencari solusi untuk masalah yang ada, membuka diskusi dengan mereka dan mencoba menerima mereka dengan baik, tanpa prasangka.

5. Setelah novel “Little Secrets” ini terbit, apakah ada semangat lagi untuk menulis novel-novel selanjutnya? Kira-kira apakah temanya juga masih berkaitan dengan dunia transeksual?

Tentunya, saya nggak mau kalau karya penulisan saya hanya berhenti sampai di sini saja. Semakin sering saya menulis, tentunya saya berharap kemampuan menulis saya akan semakin terasah dan mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada di novel yang sebelumnya. Soal tema, tentunya saya ingin juga menulis berbagai macam tema, tidak terbatas hanya soal transeksual saja jadi saya akan selalu mempertimbangkan beragam macam pilihan tema.

6. Apakah masyarakat umum menerima fenomena transeksual ini? Bukankah sangat beresiko jika menulis novel tentang tema yang belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat (misalnya novel tersebut tidak dibeli atau malah diprotes)?

Soal penerimaan terhadap fenomena transeksual, saya tak bisa berbicara mewakili semua orang ya..tapi saya rasa masyarakat sekarang semakin terbuka dan whether they like it or not, fenomena ini nyata. Soal setuju atau tidak setuju itu kan hak masing-masing pribadi. Saya rasa kalau kita menulis novel, kita harus memberi kebebasan pada diri sendiri untuk mengembangkan tulisan kita semaksimal mungkin, tidak membatas diri karena rasa takut novelnya nggak laku atau bahkan diprotes. Apalagi untuk kisah yang terinspirasi dari kisah nyata, seperti Little Secrets, yang hanya ingin menyampaikan kenyataan yang ada.

7. Siapa penulis novel yang paling mempengaruhi cara Anda berpikir dan menulis novel?

Sebetulnya banyak, tapi pada saat penulisan novel ini saya lagi membaca buku-bukunya Sophie Kinsella. Tulisannya ringan seperti Chicklit pada umumnya tapi cukup detil dan membuktikan hasil riset yang mendalam. Di Indonesia sendiri, salah satu penulis chicklit yang saya sukai itu Alberthiene Endah.

8. Sepertinya, hidup seorang Mody dalam novel “Little Secrets” sangat malang. Bagaimana pendapat Anda?

Mody memang merasa dirinya malang, tapi kadang-kadang ini terjadi karena situasi yang dipilih dan diciptakannya sendiri. Ia gadis yang tertutup dan sedikit misterius. Ia banyak membuat rekaan dan asumsi sendiri di dalam dirinya jadi tanpa dia sadari she’s building a wall around herself. Intinya, dia sempat labil karena tak tahu benar-benar apa yang ia inginkan.

9. Apa yang ingin Anda sampaikan ke masyarakat dengan novel “Little Secrets” ini?

Intinya, novel “Little Secrets” ini ingin menyampaikan bahwa kadang-kadang diperlukan berbagai macam dorongan dan mungkin juga “tamparan” untuk menjadi diri sendiri tanpa perlu pura-pura dan juga untuk dapat menerima orang lain apa adanya. Novel ini tidak menulis soal benar atau tidaknya transeksual itu tapi hanya mencoba membahas perjuangan seseorang mencari jati diri, mengejar mimpi dan mewujudkannya.

10. Apakah Anda sudah punya penggemar setelah novel ini terbit?

Haha.. saya pernah ditelepon seorang pembaca dari Makassar (yang pada saat menelepon saya ternyata ada di Papua). Ia bilang situasi pekerjaan Mody itu sama persis dengan yang dia alami (bedanya Mody itu perempuan dan si pembaca ini laki-laki), ia juga bilang kalau ia suka dengan novel saya dan malah sudah ada rencana jadi penulis juga.

11. Ceritakan pengalaman Anda yang paling menarik sewaktu menulis novel ini.

Saking serius dan asyiknya menulis sampai-sampai cerita dan tokoh-tokohnya seringkali terbawa-bawa dalam mimpi saya hampir tiap malam, membuat saya sering tidak bisa tidur nyenyak.

12. Yang terakhir, bagaimana caranya Anda mengatasi kejenuhan saat menulis novel “Little Secrets”? Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menulis novel ini?

The funny thing is, saya nggak pernah merasa jenuh waktu menulis novel ini mungkin karena sebelum penulisan semua data dan karakternya sudah lengkap. Bisa dibilang, novel ini yang ‘mengerjakan’ saya dan bukan sebaliknya, dimana pun saya berada kejadian-kejadiannya seperti berputar-putar terus di dalam kepala saya dan bikin saya ingin terus menulis, meskipun sebenarnya saya saat itu sedang ingin istirahat. Tapi tentu saja biar tidak terlalu lelah, saya mengatasinya dengan jalan-jalan, baca buku, nonton film or even playing computer games… Saya sendiri menyelesaikan Little Secrets dalam waktu dua setengah bulan dan setelah itu beberapa sahabat kemudian jadi first reader ‘Little Secrets’, sebelum akhirnya dikirim ke penerbit. ————————————————————————

Novel “Little Secrets” dapat dibeli di seluruh toko buku Gramedia, Toga Mas, Gunung Agung, dan toko buku-toko buku di sekitar tempat Anda tinggal.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: