jump to navigation

Mana Yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati? & Mengapa Rambut Menjadi Uban? April 16, 2007

Posted by lensamata in sinopsis buku.
trackback

Mana Yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati? & Mengapa Rambut Menjadi Uban?
Dan 112 Pertanyaan Lain

Pengarang: MICK O’HARE
ISBN: 979-1238-37-5
Ukuran :14 x 20.5 cm
Format : SC
Hal. : 308
Harga : Rp. 39.900

# 1 UK Bestseller
http://www.ufukpress.com/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=36

“Hai, Pak Basri. Apa kabar!?” seru seseorang di ruang tunggu sebuah kantor
pos, di bagian yang khusus untuk mengambil uang pensiun. Ia langsung berpelukan akrab sekali dengan sesosok lelaki lain yang tampaknya baru pertama kali itu mengambil uang pensiun. “Berapa tahun ya kita tidak ketemu? Dua puluh tahun?”
“Betul. Sudah lama sekali. Eh, bagaimana kabar keluargamu, Pak Badu?” sahut orang yang dipanggil Pak Basri.
“Oh, Tuti sekarang di Semarang, anaknya delapan. Dono di Surabaya, anaknya tujuh. Tini di Medan, anaknya enam. Siti masih di Bandung, anaknya baru lima. Ibu sudah sepuh tapi masih sehat. Dan bapak, yang usianya sudah delapan puluh, tahun yang lalu menikah lagi, sekarang sudah punya momongan …hehe. Memang makmur negeri kita, ya!”
Saya, yang sedang terkantuk-kantuk sambil menunggu petugas menyebut nama ibu saya, terhenyak. Kalau generasi baru begitu banyak, sementara usia harapan hidup orang makin panjang, jangan-jangan jumlah orang hidup sekarang lebih banyak daripada jumlah orang yang sudah meninggal. Betulkah begitu? Ke mana saya harus bertanya?

Samsu
Surakarta, Indonesia

———————————————————-

Untung ada kolom Last Word yang populer di Majalah New Scientist. Pertanyaan yang mirip ternyata pernah diajukan oleh salah seorang pembaca majalah ini dan ada pembaca lain yang berbaik hati mencarikan jawabnya secara ringan, santai, namun ilmiah.

———————————————————-

Buku ini berisi kumpulan tanya-jawab tentang banyak perkara remeh yang jawabnya tidak akan ditemukan dalam buku ajar atau diktat kuliah mana pun.

Mengapa rambut kita menjadi uban?
Mengapa telur tidak bulat, pun tidak persegi?
Mengapa pisang tidak boleh masuk kulkas?
Matahari semakin uzur, berapa lama lagi umur bumi?
Mengapa kita menangis sewaktu mengiris bawang?
Mengapa kantung keresek selalu berisik?
Mengapa ikan tidak kentut?
Apakah kidal itu sial?
Mengapa orang tidak tertawa ketika menggelitik diri sendiri?
Apa bunyi berderak pada persendian kita?
Adakah hubungan antara kedinginan dan masuk angin?
dan banyak pertanyaan lain…

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: