jump to navigation

The Expected One April 16, 2007

Posted by lensamata in sinopsis buku.
trackback

The Expected One – Dia yang Dinantikan
Kathleen McGowan

Tidak mengherankan apabila Tria Barmawi (penulis novel ‘Lost in Teleporter’dan ‘Cinta Andromeda’ serta kumcer ‘Siapa Bilang Kawin Itu Enak?’) merekomendasikan novel ini. Membacanya menghadirkan pengalaman tersendiri, apalagi saya dan suami sempat balapan menyelesaikan ‘The Expected One’.

Sampul: 8
Komposisi judul, foto dan warna-warnanya enak dilihat. Baik judul  maupun foto saling mendukung, tidak ada yang lebih menonjol. Warnanya menebarkan impresi magis sekaligus nuansa thriller sepanjang cerita. Satu pertanyaan yang memenuhi benak saya: siapa wanita cantik yang menjadi model sampul ini?
Wajahnya tidak mirip sang penulis. Mungkin saya akan menemukan jawabannya di situs McGowan.

Cerita: 8,5
Salah dua sumber pesona TEO adalah karakter utamanya, Maureen Paschal, yang berprofesi sebagai penulis dan lokasi di Prancis. Aroma cinta  segitiga yang disebutkan di sampul depan tidak terlalu terasa, bila yang dimaksud adalah hubungan Maria Magdalena-Easa-Yohanes. Saya justru mengira konflik asmara akan mencuat di antara Maureen, Berenger Sinclair dan Tamara Wisdom atau Peter Healy.
Riset selama hampir 20 tahun, seperti yang dikemukakan McGowan di bagian penutup, tidak sia-sia. Ia berhasil memaparkan sebuah kisah yang menarik dan penuh muatan sejarah, meliputi seni serta religi tanpa sedikitpun membuat saya bosan. Alurnya cepat sehingga saya tak tergiur mengintip bagian akhir.
Kejutan dalam cerita memikat. Semua tebakan saya mengenai ‘si pengkhianat’ meleset semua.

Bagian Dalam : 7,9
Sebenarnya saya lebih suka font besar-besar, namun untuk buku setebal ini..font yang jaraknya cukup lebar nyaman juga di mata saya.
Sayangnya, pembatas buku (?) yang diselipkan kurang panjang sehingga hanya dapat digunakan untuk menandai bagian-bagian awal.

Penerjemahan dan Penyuntingan: 8
Oke banget! Salut atas pengetahuan dan wawasan penerjemah dan penyunting yang pasti berjibaku dengan sejumlah referensi. Saya mendapat masukan baru
mengenai kosakata ‘mesias’ dan ‘nubuat’. Sekali saja penerjemah terpeleset, di akhir Bab Penutup menerjemahkan ‘Kota Malaikat’ yang saya duga  aslinya berbunyi ‘City of Angels’ alias Los Angeles. Sayang tidak ada profil singkat penerjemah dan penyunting, yang menurut saya akan menjadikan TEO lebih memukau lagi.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: